Sabtu, 31 Januari 2009

TIPS MEMILIH PERCETAKAN
Saat ini banyak orang yang berusaha dibidang percetakan, entah itu karena lapangan kerja yang susah atau karena mudahnya memulai usaha dibidang percetakan. Persainganpun semakin ketat, customerpun mempunyai beragam type ada yang type asal jadi kualitas nomor dan harga murah ada pula yang mempunyai asal kualitas bagus harga nomor dua. Dari semua itu yang paling tinggi levelnya adalah kualitas bagus, harga kompetitif dan pengiriman tepat waktu. Berdasarkan pengalaman kami kriteria terakhirlah yang sering dijumpai, mereka ingin kualitasnya bagus, harganya kompetitif dan delivery sesuai yang diinginkan. Beberapa customer kami adalah perusahaan yang media promosinya memakai periode dan periodenya adalah pasti. Sehingga waktu menjadi perhatiannya meskipun faktor harga dan kualitas tidak bisa juga ditinggalkan.
Untuk itu sebelum kita memilih percetakan yakinkan bahwa ketiga kriteria tersebut bisa mereka penuhi. Untuk pastinya tentu saja dengan mencobanya, namun demikian mungkin ada beberapa trik yang bisa anda gunakan antara lain dengan melihat hasil/contoh yang pernah mereka kerjakan (kualitas), membandingkan harga percetakan satu dengan yang lain (harga) dan terakhir dengan sistem penalti keterlambatan (pengiriman tepat waktu).

Jumat, 23 Januari 2009

Kalibrasi Warna Cetak dengan Mata Telanjang


KALIBRASI DENGAN MATA TELANJANG
Dalam bidang percetakan dikenal istilah CMYK, ini adalah 4 warna dasar dimana C (cyan), M(magenta), Y (yellow) dan K (Black). Untuk menghasilkan hasil cetak yang sesuai diinginkan adalah dengan cara memadukan warna CMYK tersebut, namun untuk mendapatkan hasil cetak akhir yang sesuai dengan yang diinginkan bukan perkara mudah.
Hasil design computer belum tentu warna yang dihasilkan setelah tercetak sama atau bahkan mirip. Hasil secara mata telanjang di komputer bukan merupakan jaminan, untuk itu ada alat bantu yang bisa sedikit banyak membantu untuk kalibrasi warna yaitu dengan Collour Chart.
Namun pada kenyataan di lapangan meski dibantu dengan Collour chart hasil yang didapat sering juga meleset. Banyak faktor yang menjadi variabelnya antara lain
- Jenis dan kualitas mesin
- Operator Mesin
- Tinta yang dipakai beserta campurannya
Namun demikian jangan putus asa setidaknya sebelum menerima order cetak customer perlu dijelaskan, syukur-syukur customer mengerti hal tersebut. Untuk meminimalkan resiko bila customer sangat menginginkan sesuai warna (Persis) adalah dengan cara Proof cetak dengan mesin khusus, memang hal ini akan memakan biaya tambahan karena proses ini seperti mencetak dalam jumlah yang sedikit sebagai uji coba. Mungkin perlu diperhatikan untuk proof cetak sebaiknya ukuran nya diperkecil 1 : 5 atau 1 : 10 dengan berbagai variasi. Selamat mencoba

Rabu, 21 Januari 2009

VARIASI HARGA CETAK
Beberapa waktu yang lalu saya coba buka permasalahan mengenai cara menghitung atau harga barang cetakan, dari semua yang ada mayoritas mengeluh tentang harga yang bervariasi antara satu percetakan dengan yang lain. Saya sangat maklum bagi orang yang awam mengenai cetakan hal ini merupakan hal cukup unik bahkan cenderung aneh. Menurut saya hal ini wajar saja, sebenarnya ada beberapa point yang perlu diperhatikan mengenai harga sebuah barang hasil percetakan antara lain :

1. Jumlah Order
2. Mesin yang dipakai
3. Margin/profit yang diambil
4. Kualitas

1. Jumlah Order
Harga barang cetakan akan bervariasi mengikuti jumlah order yang dipesan. Antara jumlah order dan harga satuan akan berbanding terbalik. Singkatnya semakin besar jumlah order akan semakin murah harganya demikian juga sebaliknya. Hali karena ada faktor tetap yang kalau dibagi dengan jumlah yang besar maka hasil yang diperoleh (harga) akan mengecil. Faktor tetap tersebut antara lain biaya mesin (biaya cetak), alat pendukung (Film, plate, setitng atau layout, dlsb). Faktor tetap tersebut semua sebagai biaya produksi berapapun jumlah order biaya diatas adalah tetap, sehingga semakin besar jumlah order (faktor pembagi) akan semakin murah harga satuannya.

2. Jenis Mesin
Mesin dalam dunia percetakan sangat bervariasi dari yang terkecil (offset) seperti mesin Toko (jEepang) hngga buatan Heidelberg (Jerman). Biaya cetak antara mesin toko dengan mesin gestetner akan berbeda sehingga biaya mesin yang merupakan faktor tetap seperti yang disinggung diatas akan bervariasi dan berpengaruh terhadap harga satuan.

3. Profit
Setiap percetakan mempunyai kebijakan sendiri-sendiri mengenai berapa profit yang diambil. Besarnya keuntungan yang diambil kadang juga dipengaruhi oleh kondisi customer , kompetitor serta kebijakan dasarnya. Kebijakan dasar yang saya maksud adalah ada beberapa percetakan yang mempunyai prinsip "asal mesin saya tidak nganggur". Kompetitor seperti ini akan mengambil profit yang sangat sedkit bahkan secara materi keuntungan yang diperoleh hanya cukup untuk membayar leasing, karyawan dll.

4. Kualitas
Disamping kualitas yang diinginkan oleh customer maka setiap percetakan dapat menekan biaya produksi dengan cara mengakali penggunaan mesin. Misalnya satu percetakan menggunakan Plate sedang yang lain menggunakan master kertas, penggunaan jenis mesin gestetner dirubah menjadi mesin toko dan lain sebagainya. Penurunan/perubahan jenis diatas akan berdampak terhadap kualitas hasil cetak. Perbedaan Kualitas yang kurang bagus berdampak pada harga satuan.

Demikian sumbangan pemikiran dari saya yang mana pemikiran ini semua orang percetakanpun tahu, tapi tidak semua orang tahu.